aktifasi 3g dan gprs pada kartu gsm

Seluruh operator selular memiliki call center bebas pulsa yang bisa dihubungi untuk aktifasi 3G dan GPRS langsung dari nomer HP kamu jadi kamu bisa coba telp mereka. Warning yang bisanya sering gagal adalah proses menelpon mereka.
Hubungi Gerai Terdekat
Terkadang karena sulit dihubungi maka cara terbaik untuk mengaktifkan 3G, 3.5G dan GPRS adalah dengan cara menghubungi mereka di gerai terdekat. Mungkin kita akan sedikit antri, namun setidaknya kita “seharusnya” bisa pulang dengan membawa hasil yaitu HP telah terseting 3.5G nya 3G nya ataupun GPRSnya
Setting 3G, 3.5G dan GPRS secara Manual
Ok bagi kamu yang mau repot dan gak suka berinteraksi dengan orang lain maka ini neh pilihan terbaiknya yaitu setting manual. Berikut aku dapat info dari berbagai sumber jadi kamu coba aja ya mana yang cocok buat kamu

Khusus pengguna Nokia bisa coba setting otomatis aja ke http://www.nokia.co.id/
Khusus pengguna Sony Ericsson bisa ikuti langkah2 setting otomatis via SMS di http://www.sonyericsson.com/
Langkah2 setting otomatis WAP/GPRS di website SE:- Berturut-turut ikuti langkah pilih Negara, Operator, Model Teleponyg sesuai lalu klik “berikutnya”- Masukkan nomor handphone kamu misalnya 0811123456 tapi harus kamuketik seperti +62811123456 dengan kata lain angka 0 harus dihapus dandiganti dengan +62 lalu klik “berikutnya”- lalu ketik angka-angka yang kamu lihat di gambar di bawah kolomkotak input-nya lalu klik “kirim setting sekarang”- Catat kode PIN utk settingan kamu- Siap2 menerima SMS settingan di hape kamu yg isinya:1. Telepon Anda akan menampilkan pesan yang menunjukkan bahwa setting baru sudah diterima dan menanyakan apakah ini akan diinstal.2. Setujui untuk menginstal setting ini. (memasukkan PIN yang ditampilkan di atas)3. Telepon akan menampilkan pesan yang menunjukkan bahwa setting baru sudah diinstall.
Yg diatas itu utk konfigurasi GPRS/WAP. Kalau masih kurang tersedia link dibawahnya utk layanan set-up lainnya spt:Konfigurasi Pesan gambar/MMSKonfigurasi setting E-mail
Continue reading

installasi htop pada centos

Install htop pada centos 5.x

Htop merupakan utility kecil yang sangat bermanfaat untuk memantau kondisi internal VPS / Dedicated server anda pada terminal SSH. Utility ini dapat difungsikan untuk menggantikan fungsi “top” standar yang tersedia pada linux dengan berbagai keunggulan terutama dari segi layout & kemudahan pengoperasian yang lebih tinggi menggunakan shortcut yang lebih jelas & banyak serta mouse sebagai pendukung. Untuk melakukan instalasi htop, anda dapat menjalankan syntax berikut ini secara berurutan pada VPS / Dedicated server anda:

# cd /
# wget -c http://internode.dl.sourceforge.net/project/htop/htop/0.8.3/htop-0.8.3.tar.gz
# tar -xvf htop-0.8.3.tar.gz
# cd htop-0.8.3
# yum install gcc c++
# yum install ncurses-devel
# ./configure
# make
# make install

Setelah instalasi selesai, untuk menjalankan aplikasi ini cukup ketik htop di SSH

daftar public dns

beberapa hari ini mungkin ISP yang ada di indonesia lagi pada dodol semua.. Gw ga mau ambil pusing untuk telp ke bagian customer serpis nya, coz gw yakin mereka juga ga ngerti :hammer:

ya udah gw coba ubah pake public dns, agar bisa resolve IP yang di pake untuk bisa sekedar browsing dengan lancar.

Berikut daftar public dns

Indonesia DNS Server

Server DNS indosat.net.id termasuk DNS Indosat IM2
202.155.0.10
202.155.0.15
202.155.0.20
202.155.0.25
202.155.46.66
202.155.46.77
202.155.30.227
Continue reading

Install ffmpeg, flvtool2, mplayer, mencoder and ffmpeg-php in Cpanel CentOS

This is by far the easiest way to get up and running with ffmpeg and assorted tools on a Cpanel / RHEL / CentOS server. I can’t take credit for all of it, however the original site where I found it has long since been offline with nothing similar replacing it. Hopefully these instructions help others as they have helped me.

First, install rpmforge so you don’t have to compile a bunch of components from scratch:

cd /usr/src
wget http://dag.wieers.com/rpm/packages/rpmforge-release/rpmforge-release-0.3.6-1.el5.rf.x86_64.rpm
rpm -ivh rpmforge-release-0.3.6-1.el5.rf.x86_64.rpm

Now, edit ‘/etc/yum.conf’ and remove ‘ruby*’ from the excludes list. This is just to get past the next step; we must restore it later.

Continue reading

pengertian ip versi 6

Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.

Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.

Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.

Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373

Format Alamat

Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.

Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:

0010000111011010000000001101001100000000000000000010111100111011000000101010101000000000 1111111111111110001010001001110001011010

Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:

0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010 0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010

Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:

21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A

Continue reading