instalasi hypervm di vps linux

HyperVM merupakan control panel untuk melakukan pengelolaan account vps (guest / domU) anda yang saat ini sangat digemari karena harganya yang tergolong murah. HyperVM dapat digunakan dengan kernel Xen dan openVZ (salah satu), meskipun masih terus dikembangkan, namun sudah sangat layak digunakan pada lingkungan produksi. Tulisan ini akan memberikan langkah sederhana untuk melakukan instalasi HyperVM tanpa harus melakukan download template file.

Secara default, proses instalasi akan melakukan download file template ke server lxlabs.com, meskipun ada parameter yang bisa diberikan pada saat instalasi sehingga hal ini tidak terjadi namun sepertinya parameter tersebut belum / tidak dapat digunakan.

Persiapan Partisi

Untuk menggunakan Xen, server anda harus dipersiapkan skema partisinya, berbeda openVZ yang menggunakan file base storage, Xen pada hypervm menggunakan partisi LVM untuk menyimpan data guest VPS yang ada di dalamnya.

Yang harus kita lakukan pada saat instalasi adalah menyediakan Volume Group kosong (tanpa Logical Volume) untuk nantinya digunakan oleh guest VPS. Secara general HyperVM tidak membutuhkan space besar, yang terbesar dibutuhkan adalah untuk menyimpan file template operating system. Selain itu secara temporary, HyperVM membutuhkan partisi /tmp yang besar jika ingin melakukan pemindahan guest vps dari satu server ke server yang lain (master – slave move server).

Apabila anda memiliki HDD 250 GB silahkan buat skema partisi sebagai berikut;

/boot 100 MB
swap 2-4 GB
/ 40 GB
sisanya buat VG kosong, misal beri nama VG-Xen sebesar kurang lebih 180 GB (sisa)

Operating System

Operating System yang dapat anda gunakan untuk keperluan ini adalah CentOS dan Fedora, CentOS lebih dipilih oleh Magnet karena beberapa alasan. Lakukan instalasi seperti biasa, pilih virtualization group ketika melakukan instalasi. Di dalam langkah ini kita akan melakukan instalasi kernel Xen berdasarkan preferensi CentOS, pada CentOS 5.2 versi yang digunakan adalah  Xen version 3.1.2-92.1.22.el5 dengan kernel 2.6.18-92.1.22.el5xen.

Apabila sudah terinstall tanpa group Virtualization, silahkan lakukan yum groupinstall Virtualization, dan ubah entry pada /boot/grub/menu.lst, ubah default di bagian atas sesuaikan dengan kernel Xen seperti kernel /xen.gz-2.6.18-92.1.22.el5. Urutan booting dimulai dari 0, jadi kalau entry kernel Xen terletak di paling atas, silahkan ubah default menjadi 0.

Instalasi HyperVM

Setelah instalasi Operating System selesai dilakukan silahkan ikuti langkah berikut;

Disable SE Linux

1.setenforce 0

Download OS Template

Agar pada saat instalasi HyperVM tidak melakukan download ke server download LxLabs, silahkan kopi terlebih dahulu file OS template baik untuk Xen maupun untuk OpenVZ. Apabila server anda terletak di Indonesia dan terhubung dengan Jaringan IIX / OpenIXP, anda bisa melakukan download ke url yang disediakan oleh Magnet Hosting sebagai berikut.

File template Xen pada HyperVM diletakkan di dalam /home/hypervm/xen/template, dan untuk OpenVZ ada di /vz/template/cache, buat terlebih dahulu kedua direktori tersebut.

1.mkdir -p /home/hypervm/xen/template
2.mkdir -p /vz/template/cache

Lakukan download ke Server Magnet Hosting, mohon diperhatikan bahwa template yang ada di Server Magnet Hosting belum tentu selalu update, apabila pada versi terbaru HyperVM ada ostemplate baru yang belum masuk di Server Magnet, maka installer akan melakukan download ke Server Download LxLabs.

Server download LxLabs bisa diakses di http://download.lxlabs.com/download/, template Xen ada di vmtemplate, sementara template OpenVZ ada di direktori vps template. Untuk Server Magnet, template Xen dapat didownload melalui http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/,  dan template OpenVZ di http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/.

Perintah download

01.cd /home/hypervm/xen/template/
02.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/centos-4-i386-afull.tar.gz
03.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/centos-5-i386-afull.tar.gz
04.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/centos-5-i386-hostinabox574.tar.gz
05.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/debian-3.1-i386-default.tar.gz
06.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/fedora-core-6-i386.tar.gz
07.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/gentoo-2006-i386-default.tar.gz
08.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/windows-lxblank.img
09.
10.cd /vz/template/cache
11.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/centos-5-i386-afull.tar.gz
12.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/centos-5-i386-hostinabox574.tar.gz
13.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/debian-4.0-i386-minimal.tar.gz
14.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/fedora-core-5-i386-afull.tar.gz
15.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/gentoo-20060317-i686-stage3.tar.gz
16.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/opensuse-10-i386-default.tar.gz
17.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/ubuntu-6.06-i386-minimal.tar.gz

Download Installer HyperVM

Lakukan Instalasi HyperVM

1.chmod 0700 hypervm-install-master.sh
2.sh ./hypervm-install-master.sh --virtualization-type=NONE

Instalasi HyperVM akan berlangsung sesuai dengan kecepatan download server anda. Setelah selesai silahkan reboot server anda.

Paska Instalasi

Setelah server direboot silahkan lakukan hal-hal berikut;

1.cd /usr/local/lxlabs/hypervm/httpdocs/
2.lphp.exe ../bin/misc/fixcentos5xen.php

Apabila driver Xen tidak secara otomatis dikenali;

1.cd /usr/local/lxlabs/hypervm/httpdocs/
2.lphp.exe ../bin/common/setdriver.php --server=localhost --class=vps --driver=xen

HyperVM anda dapat diakses melalui http://ip.address.anda:8888 atau https://ip.address.anda:8887 atau dengan menggunakan hostname / domain apabila Zona DNS anda sudah diatur.

Pendaftaran Lisensi

Untuk mendaftarkan lisensi HyperVM anda silahkan register terlebih dahulu ke http://lxlabs.com/register/. Setelah login anda akan dapat membuat lisensi untuk IP Server anda, dan bisa menentukan sendiri untuk berapa VPS lisensi anda berlaku (dapat diupdate sesuai perkembangan). Lisensi HyperVM akan termasuk lisensi LxAdmin (sekarang bernama Kloxo Hosting Platform), dengan harga yang sangat murah (0.5 USD @ Guest VPS).

Untuk server lainnya anda tidak perlu melakukan instalasi master, HyperVM dapat dibuat dalam format kelompok master – slave yang terintegrasi dengan fungsi-fungsi cluster seperti pemindahan VPS dari satu Node ke Node yang lain.

Referensi

penggunaan dan pengelolaan teks editor vi

Vi merupakan program untuk melakukan pengelolaan teks yang standar terinstall pada semua distribusi Linux. Artikel ini akan memberikan panduan bagi anda yang baru mulai menggunakan vi.

Moda Operasi Vi

Pada vi ini terdapat 2 buah moda operasi yaitu;

* Moda Perintah / command
* Moda Tulis

Dalam moda perintah kita dapat menjalankan perintah yang tersedia untuk mempermudah kita mengedit atau melakukan suatu aksi pada file teks yang sedang kita buka. Sementara dalam moda tulis kita dapat menambahkan atau mengurangi teks ke dalam file tersebut.

Pertama kali dibuka vi akan berjalan pada moda perintah dan siap menerima perintah yang kita berikan, contohnya dapat anda lihat dibawah.

Berikut ini akan dijelaskan juga perintah-perintah yang ada pada modus perintah didalam editor vi.
Membuka dan Menutup File Teks

Membuka file teks dengan vi dapat dilakukan melalui perintah sederhana;

vi namafile

Sementara untuk menutup file teks dapat dilakukan melalui perintah-perintah berikut;

Untuk menutup editor gunakan perintah yang terdapat didalam editor vi. Menuliskan perintah biasanya didahului dengan titik dua (:), dan diakhiri dengan atau tombol . Berikut ini beberapa contoh perintah, perintah-perintah berikut dapat dijalankan pada moda perintah, apabila sebelumnya kita berada pada moda tulis, cukup tekan tombol Escape untuk masuk ke moda perintah;

Perintah Fungsi
:x Untuk menyimpan perubahan dan langsung keluar dari editor vi
:q Untuk keluar dari vi, apabila ada perubahan yang belum disimpan, perintah ini tidak dapat dijalankan sebelum perubahan tersebut ditulis ke file (:w)
:wq Untuk menyimpan perubahan dan langsung keluar dari editor vi
:q! Untuk keluar dari vi dan mengabaikan perubahan yang sudah dibuat sebelumnya

Menambah, Mengubah, dan Menghapus Teks

Apabila kita ingin mengedit file, kita harus terlebih dahulu masuk ke moda tulis dan keluar dari moda perintah, berikut beberapa contoh perintah yang memungkinkan kita melakukan perubahan pada sebuah file teks;

Menambah Teks

Perintah Fungsi
i Menyisipkan teks sebelum kursor
I Menyisipkan teks sebelum kursor dan menempatkan kursor di awal baris
a Menyisipkan teks sesudah kursor
A Menyisipkan teks sesudah kursor dan menempatkan kursor di akhir baris

Perintah diatas akan aktif sampai kita menekan tombol <Esc> untuk kembali ke moda perintah.

Merubah Teks

Perintah Fungsi
r Merubah satu karakter sebelum kursor, tidak perlu diakhiri dengan tombol
R Merubah karakter dimulai dari kursor, harus diakhiri dengan tombol

Menghapus Teks

Perintah Fungsi
x Menghapus satu karakter setelah kursor
Nx Menghapus sejumlah (N) karakter dimulai dari karakter setelah kursor
dw Menghapus satu kata dimulai dari karakter setelah kursor
dNw Menghapus sejumlah (N) kata dimulai dari karakter setelah kursor
dd Menghapus satu baris, baris tempat kursor berada
dNd atau Ndd Menghapus sejumlah (N) baris dimulai dari baris tempat kursor berada

Perintah Lain

Berikut adalah contoh perintah lain yang sering digunakan dan bisa sangat berguna dalam melakukan pengolahan file teks;

Pencarian Teks

Perintah Fungsi
/kata Mencari keberadaan “kata” ke teks setelah kursor, kursor akan berhenti ke “kata” pertama yang ditemukan
?kata Mencari keberadaan “kata” ke teks sebelum kursor, kursor akan berhenti ke “kata” pertama yang ditemukan

Menghitung Baris

Perintah Fungsi
:. Memeriksa kursor kita berada di baris keberapa
:= Memeriksa jumlah baris pada sebuah file teks
^g (Ctrl +g) Memunculkan keterangan nama file yang sedang kita buka, informasi baris kursor, informasi jumlah baris file, dll
:set number Memunculkan Line Number di sebelah kiri editor
:N Meletakkan kursor ke baris ke (N) di dalam file teks

Referensi

Perintah (Command) dasar Mikrotik

Perintah mikrotik sebenarnya hampir sama dengan perintah yang ada dilinux,
sebab pada dasarnya mikrotik ini merupakan kernel Linux, hasil pengolahan
kembali Linux dari Distribusi Debian. Pemakaian perintah shellnya sama,
seperti penghematan perintah, cukup menggunakan tombol TAB di keyboard
maka perintah yang panjang, tidak perlu lagi diketikkan, hanya ketikkan
awal nama perintahnya, nanti secara otomatis Shell akan menampilkan sendiri
perintah yang berkenaan. Misalnya perintah IP ADDRESS di mikrotik. Cukup
hanya mengetikkan IP ADD spasi tekan tombol TAB, maka otomatis shell
akan mengenali dan menterjemahkan sebagai perintah IP ADDRESS.

Baiklah kita lanjutkan pengenalan perintah ini.

Setelah login, cek kondisi interface atau ethernet card.

–[1]– Melihat kondisi interface pada Mikrotik Router

[admin@Mikrotik] > interface print
Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
#    NAME                         TYPE             RX-RATE    TX-RATE    MTU
0  R ether1                        ether            0          0          1500
1  R ether2                       ether            0          0          1500

[admin@Mikrotik]>

Jika interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagi
etherned cardnya, seharusnya R (running).

a. Mengganti nama interface
[admin@Mikrotik] > interface(enter)

b. Untuk mengganti nama Interface ether1 menjadi Public (atau terserah namanya), maka
[admin@Mikrotik] interface> set 0 name=Public

c. Begitu juga untuk ether2, misalkan namanya diganti menjadi Local, maka
[admin@Mikrotik] interface> set 1 name=Local

d. atau langsung saja dari posisi root direktori, memakai tanda “/”, tanpa tanda kutip
[admin@Mikrotik] > /interface set 0 name=Public

e. Cek lagi apakah nama interface sudah diganti.
[admin@Mikrotik] > /interface print

Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
#    NAME                         TYPE             RX-RATE    TX-RATE    MTU
0  R Local                        ether            0          0          1500
1  R Public                       ether            0          0          1500

–[2]– Mengganti password default
Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]]>

–[3]– Mengganti nama hostname
Mengganti nama Mikrotik Router untuk memudahkan konfigurasi, pada langkah ini
nama server akan diganti menjadi “routerku”

[admin@Mikrotik] > system identity set name=routerku
[admin@routerku]>

–[4]– Setting IP Address, Gateway, Masqureade dan Name Server

–[4.1]– IP Address

Bentuk Perintah konfigurasi

ip address add address ={ip address/netmask} interface={nama interface}

a. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan Public akan kita gunakan untuk
koneksi ke Internet dengan IP 192.168.1.2 dan Local akan kita gunakan untuk network LAN
kita dengan IP 192.168.0.30 (Lihat topologi)

[admin@routerku] > ip address add address=192.168.1.2
netmask=255.255.255.0 interface=Public comment=”IP ke Internet”

[admin@routerku] > ip address add address=192.168.0.30
netmask=255.255.255.224 interface=Local comment = “IP ke LAN”

b. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan

[admin@routerku] >ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
#   ADDRESS            NETWORK         BROADCAST       INTERFACE
0   ;;; IP Address ke Internet
192.168.0.30/27   192.168.0.0    192.168.0.31      Local
1   ;;; IP Address ke LAN
192.168.1.2/24    192.168.0.0    192.168.1.255     Public
[admin@routerku]>

–[4.2]– Gateway

Bentuk Perintah Konfigurasi

ip route add gateway={ip gateway}

a. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah
192.168.1.1

[admin@routerku] > /ip route add gateway=192.168.1.1

b. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers

[admin@routerku] > ip route print

Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf
#     DST-ADDRESS     PREFSRC       G GATEWAY        DISTANCE   INTERFACE
0 ADC 192.168.0.0/24   192.168.0.30                             Local
1 ADC 192.168.0.0/27  192.168.1.2                               Public
2 A S 0.0.0.0/0                     r 192.168.1.1               Public
[admin@routerku]>

c. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar

[admin@routerku] > ping 192.168.1.1
192.168.1.1  64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
192.168.1.1  64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
[admin@routerku]>

–[4.3]– NAT (Network Address Translation)

Bentuk Perintah Konfigurasi

ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-inteface={ethernet
yang langsung terhubung ke Internet atau Public}

a. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar
client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.

[admin@routerku] > ip firewall nat add chain=scrnat out-interface=Public action=masquerade
[admin@routerku]>

b. Melihat konfigurasi Masquerading

[admin@routerku] ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
0   chain=srcnat out-interface=Public action=masquerade
[admin@routerku]>

–[4.4] Name server

Bentuk Perintah Konfigurasi

ip dns set primary-dns={dns utama} secondary-dns={dns ke dua}

a. Setup DNS pada Mikrotik Routers, misalkan DNS dengan Ip Addressnya
Primary = 202.134.0.155, Secondary = 202.134.2.5

[admin@routerku] > ip dns set primary-dns=202.134.0.155 allow-remoterequests=yes
[admin@routerku] > ip dns set secondary-dns=202.134.2.5 allow-remoterequests=yes

b. Melihat konfigurasi DNS

[admin@routerku] > ip dns print
primary-dns: 202.134.0.155
secondary-dns: 202.134.2.5
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB

[admin@routerku]>

c. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain

[admin@routerku] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@routerku]>

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika
berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway
server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox yang
bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.30, via browser buka http://192.168.0.30. Di Browser akan ditampilkan
dalam bentuk web dengan beberapa menu, cari tulisan Download dan download WinBox dari situ.
Simpan di local harddisk. Jalankan Winbox, masukkan Ip address, username dan password.

–[5]– DHCP Server

DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, yaitu suatu program yang
memungkinkan pengaturan IP Address di dalam sebuah jaringan dilakukan terpusat di server,
sehingga PC Client tidak perlu melakukan konfigurasi IP Addres. DHCP memudahkan administrator
untuk melakukan pengalamatan ip address untuk client.

Bentuk perintah konfigurasi

ip dhcp-server setup
dhcp server interface = { interface yang digunakan }
dhcp server space = { network yang akan di dhcp }
gateway for dhcp network = { ip gateway }
address to give out = { range ip address }
dns servers = { name server }
lease time = { waktu sewa yang diberikan }

Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup
dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

a. Tambahkan IP address pool

/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.1-192.168.0.30

b. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client.
Pada contoh ini networknya adalah 192.168.0.0/27 dan gatewaynya 122.168.0.30

/ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/27 gateway=192.168.0.30 dns-server=192.168.0.30
comment=””

c. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface Local )

/ip dhcp-server add interface=local address-pool=dhcp-pool

d. Lihat status DHCP server

[admin@routerku] > ip dhcp-server print

Flags: X – disabled, I – invalid

# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP

0dhcp1 Local

Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih
dahulu pada langkah e.

e. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya

/ip dhcp-server enable 0

kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti
sudah aktif

f. Tes Dari client

Misalnya :
D:>ping www.yahoo.com

–[6]– Transparent Proxy Server

Proxy server merupakan program yang dapat mempercepat akses ke suatu web
yang sudah diakses oleh komputer lain, karena sudah di simpan didalam
caching server.Transparent proxy menguntungkan dalam management client,
karena system administrator tidak perlu lagi melakukan setup proxy di
setiap browser komputer client karena redirection dilakukan otomatis di sisi
server.

Bentuk perintah konfigurasi :
a. Setting web proxy :

- ip proxy set enable=yes
port={ port yang mau digunakan }
maximal-client-connections=1000
maximal-server-connections=1000

- ip proxy direct add src-address={ network yang akan di
NAT} action=allow

- ip web-proxy set parent-proxy={proxy parent/optional}
hostname={ nama host untuk proxy/optional}
port={port yang mau digunakan}
src-address={ address yang akan digunakan untuk koneksi
ke parent proxy/default 0.0.0.0}
transparent-proxy=yes
max-object-size={ ukuran maximal file yang akan disimpan
sebagai cache/default 4096 in Kilobytes}
max-cache-size= { ukuran maximal hardisk yang akan
dipakai sebagai penyimpan file cache/unlimited
| none | 12 in megabytes}
cache-administrator={ email administrator yang akan digunakan
apabila proxy error, status akan dikirim
ke email tersebut}
enable==yes

Contoh konfigurasi
——————-

a. Web proxy setting

/ ip web-proxy
set enabled=yes src-address=0.0.0.0 port=8080
hostname=”proxy.routerku.co.id” transparent-proxy=yes
parent-proxy=0.0.0.0:0 cache-administrator=”support@routerku.co.id”
max-object-size=131072KiB cache-drive=system max-cache-size=unlimited
max-ram-cache-size=unlimited

Nat Redirect, perlu ditambahkan yaitu rule REDIRECTING untuk membelokkan
traffic HTTP menuju ke WEB-PROXY.

b. Setting firewall untuk Transparant Proxy

Bentuk perintah konfigurasi :

ip firewall nat add chain=dstnat
protocol=tcp
dst-port=80
action=redirect
to-ports={ port proxy }

Perintahnya:

——————————————————————————–
/ ip firewall nat
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=8080
comment=”” disabled=no
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=3128 action=redirect to-ports=8080
comment=”” disabled=no
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=8000 action=redirect to-ports=8080
——————————————————————————–

perintah diatas dimaksudkan, agar semua trafik yang menuju Port 80,3128,8000
dibelokkan menuju port 8080 yaitu portnya Web-Proxy.

CATATAN:
Perintah

/ip web-proxy print { untuk melihat hasil konfigurasi web-proxy}
/ip web-proxy monitor { untuk monitoring kerja web-proxy}