
In computing, the acronym RAID (originally redundant array of inexpensive disks, now also known as redundant array of independent disks) refers to a data storage scheme using multiple hard drives to share or replicate data among the drives. Depending on the configuration of the RAID (typically referred to as the RAID level), the benefit of RAID is to increase data integrity, fault-tolerance, throughput or capacity, compared to single drives. In its original implementations, its key advantage was the ability to combine multiple low-cost devices using older technology into an array that offered greater capacity, reliability, speed, or a combination of these things, than was affordably available in a single device using the newest technology. (diartikan sendiri aja yah.. soale pengertian ini aku comot dari wikipedia.org)
Dengan kata lain fungsi RAID adalah penggabungan beberapa harddisk menjadi satu logical unit atau satu volume
Raid Levels
1. RAID O.
Arti : Keseluruhan harddisk yang dimiliki akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan data. dengan kata lain data yang kita simpan kedalam harddisk akan di stripping keseluruh harddisk anggota dari RAID 0 tersebut.
Contoh : 4 Harddisk SCSI berkapasistas 72GB per Disk di configure dengan RAID 0 maka total harddisk yang dapat dijadikan penyimpanan data adalah keseluruhannya ( 4 x 72 GB)
Kelebihan : Dengan RAID 0, kapasistas harddisk yang dimiliki untuk penyimpanan data adalah total dari keseluruhan harddisk yang dimiliki, tanpa ada pengurangan
Kekurangan : Jika salah satu harddisk fails dalam RAID 0, maka data akan hilang tanpa ada penggantinya.

Gambar RAID-0