tailwatchd failed fix

:ngakaks pagi- pagi buta blog ga bisa di buka :bingung
ya udah gw cek aja di server nya :malus
ternyata :matabelo: dapet pesan error begonoan :(

ga pake bingung dan bimbang, langsung buka mbah google :D

First check the tailwatchd logs for the failure reason:

# tail /usr/local/cpanel/logs/tailwatchd_log

Restart cPanel Service:

#service cpanel restart

or

#/etc/init.d/cpanel restart

If this not resolve your issue, run UPCP forcefully.

#/scripts/upcp --force

Enjoy

implementasi openVPN di VPS centos

Install openVPN server (repost)

Disini saya akan sedikit memberikan tutorial untuk melakukan installasi openVPN server , saya mengambil referensi tutorial dari kuda (kok banyak yang pake nama hewan :ngakaks ) , operating system yang saya gunakan adalah Centos 5.4 Final B-) , pengennya seh ga sama , ga tau kok dapat VPS dengan OS yang sama =P~

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari openVPN :

Bisa menggunakan proxy (harus protokol TCP) << berguna bgt.. :D
Tentu saja gratis ga perlu bayar :D
Security nya kuat (1024 bit) , CMIIW

Sebelumnya cek dulu apakah VPS atau server anda mendukung dev/tun , ketikkan pada console :

ls -al /dev/net/tun

dan hasilnya jika terdapat device tersebut

-bash-3.2# ls -al /dev/net/tun
crw------- 1 root root 10, 200 2009-08-01 01:45 /dev/net/tun

Langsung ae jeh…
sek.. pastikan server anda terinstall gcc

yum install gcc

Download paket yang diperlukan :

#wget http://openvpn.net/release/openvpn-2.0.9.tar.gz
#wget http://openvpn.net/release/lzo-1.08-4.rf.src.rpm

Install and build paket yang dibutuhkan :

#yum install rpm-build
#yum install autoconf.noarch
#yum install zlib-devel
#yum install pam-devel
#yum install openssl-devel
#yum install make

Install paket yang telah didownload dengan cara rpm (dijadiin rpm dulu gitu maksutnya :D ;):

#rpmbuild --rebuild lzo-1.08-4.rf.src.rpm
#rpm -Uvh /usr/src/redhat/RPMS/i386/lzo-*.rpm
#rpmbuild -tb openvpn-2.0.9.tar.gz
#rpm -Uvh /usr/src/redhat/RPMS/i386/openvpn-2.0.9-1.i386.rpm

perhatikan bahwa nama direktori mungkin saja berbeda, apabila mesin nya 64bit maka direktorinya biasanya: /usr/src/redhat/RPMS/x86_64/
Sekarang kita copy file konfigurasi nya menuju folder /etc/openvpn (supaya enak aja)

#cp -r /usr/share/doc/openvpn-2.0.9/easy-rsa/ /etc/openvpn/
#cp /usr/share/doc/openvpn-2.0.9/sample-config-files/server.conf /etc/openvpn/

Building certificate (membuat sertifikat)
caranya, kita masuk direktori /etc/openvpn/easy-rsa/2.0

#cd /etc/openvpn/easy-rsa/2.0
#source ./vars
#./vars
#./clean-all
#./build-ca
akan muncul tulisan2 aneh seperti ini:
Generating a 1024 bit RSA private key
………………………++++++
…………………….++++++
writing new private key to ‘ca.key’
—–
You are about to be asked to enter information that will be incorporatedinto your certificate request.What you are about to enter is what is called a Distinguished Name or a DN.There are quite a few fields but you can leave some blankFor some fields there will be a default value,If you enter ‘.’, the field will be left blank.—–Country Name (2 letter code) [KG]:State or Province Name (full name) [NA]:Locality Name (eg, city) [BISHKEK]: Organization Name (eg, company) [OpenVPN-TEST]: Organizational Unit Name (eg, section) []: Common Name (eg, your name or your server’s hostname) []: OpenVPN-CAEmail Address [me@myhost.mydomain]:

<script src=”http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=28713&onlytitle=1″ type=”text/javascript”></script>

kalo ga mau repot , teken enter2 terus :P
yang perlu diisi hanyalah pada field “Common Name”
itu aja.

Build key server

#./build-key-server server

Akan keluar tulisan2 ga jelas lagi, dan sama dengan di atas, yg perlu diisi hanya pada “Common Name”, di sini masukkan kata: server

Build Diffie Hellman

#./build-dh

Build certificate untuk client, pengen berapa client? misalnya 3 orang:

#./build-key nassao
#./build-key rainluva
#./build-key himitsu

ngikut kuda pake nama cewek ;))

akan keluar tulisan2 aneh lg, dan yg perlu diisi hanya pada “Common Name”, isikan sesuai nama klien, misalnya: nassao

Sekarang mari kita kopi ~o) sertifikat2 tersebut menuju /etc/openvpn/keys

#cp /etc/openvpn/easy-rsa/2.0/keys /etc/openvpn/keys -R

Konfigurasi server openvpn, dicopas langsung dari blog kuda

bikin file server.conf dan letakkan di /etc/openvpn , isi dengan baris berikut :

local 74.208.x.x #-- sesuaikan dengan IP server anda
port 9999 #-- port yang dibuka
proto udp #-- pilih udp atau TCP , klo TCP bisa under proxy
dev tun #-- kata kuda kita sebaiknya menggunakan /dev/tun saja
ca keys/ca.crt #-- lokasi sertifikat ca.crt
cert keys/server.crt #-- lokasi sertifikat server.crt
key keys/server.key #-- lokasi server.key
dh keys/dh1024.pem #-- lokasi dh1024.pem
server 10.8.0.0 255.255.255.0 #-- alokasi nomer IP client/server
ifconfig-pool-persist ipp.txt #-- supaya alokasi IP client tdk berubah2
push "redirect-gateway def1" #-- supaya gateway koneksi berubah ke server
push "dhcp-option DNS 4.2.2.1" #-- untuk merubah DNS
push "dhcp-option DNS 4.2.2.2" #-- sama kayak atas
keepalive 5 30 #-- angka keramat supaya koneksi stabil..xxixi
comp-lzo #-- sistem kompresi (wajib aktif di client maupun di server)
persist-key #-- mboh ra ngerti karepe...wkwkkw
persist-tun #-- mboh ra ngerti jg..wkwkwk
status server-tcp.log
verb 3

Server siap dijalankan, dengan command sbb:

#service openvpn start
atau
#openvpn /etc/openvpn/server.conf

Ok sekarang openVPN server sudah siap , sekarang tinggal bagaimana caranya supaya client dapat menikmasti koneksi seakan-akan direct connection. Yang kita akan lakukan adalah setting firewall :
1. Enabling packet forwarding dengan command:

#echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

2. Edit NAT table untuk MASQUERADING
Command berikut khusus untuk server Dedicated saja:

#iptables -t nat -A POSTROUTING -s 10.8.0.0/24 -o eth0 -j MASQUERADE

Sedangkan untuk VPS, command nya adalah sbb:

#iptables -t nat -A POSTROUTING -s 10.8.0.0/24 -o venet0 -j SNAT --to 74.208.x.x

IP disesuaikan dengan IP venet0 di VPS anda.

Konfigurasi Client OpenVPN
Download openVPN berbasis GUI , biar gampang jalaninnya

http://cektkp.com/openvpnstabil

Copy sertifikat2 dari server tadi,
yaitu file: ca.crt, nassao.crt/rainluva.crt/himitsu.crt (tiap client cukup 1), dan nassao.key/rainluva.key/himitsu.key (tiap client cukup 1), simpan di folder c:\program files\openvpn\config\nassao
atau \rainluva atau \himitsu.

Buat file konfigurasi klien openvpn
misalnya diberinama nassao.ovpn, dan kita edit pake notepad, diisi baris2 berikut:

client #--menyatakan bahwa ini adala konfigurasi klien
dev tun #--menggunakan tun, sebagaimana servernya tadi
proto udp #--menggunakan protokol udp sesuai server tadi
remote 74.208.x.x 9999 #--IP server openvpn dan port kesayangan
resolv-retry infinite
nobind
persist-key
persist-tun
ca ca.crt #-- lokasi ca.crt
cert nassao.crt #-- lokasi nassao.crt
key nassao.key #-- lokasi nassao.key
comp-lzo #-- menggunakan kompresi sebagaimana servernya
verb 3

bila sudah, simpan dan letakkan di folder c:\program files\openvpn\config\nassao

Jalankan dan konek openvpn anda. tunggu beberapa saat hingga muncul sebuah status connection baru di taskbar anda.

Kita sudah terhubung :”>

SUMBER

1

2

Penyebab internet indonedia lambat

ada beberapa faktor yang menurut gwa jad kendala…

1. Minim-nya fasilitas Kabel FO bawah laut

Indonesia kekurangan Fiber Optic bawah laut yang menyambung langsung ke exchange2x international

Map diatas itu adalah map 2 tahun lalu (2006), berdasarkan map ini perhatikan deh garis merah ada yang tebal dan ada yang tipis. Singkat cerita semakin tebal garis tersebut makan semakin besar pula bandwidth yang tersedia untuk network itu sendiri (dalam hal ini negara).

Indonesia punya beberapa kabel bawah laut yang menghubungkan network lokal ke internasional, namun tidak sebanyak negara negara tetangga. Dan kebanyakan kabel kabel internet yang “nyolok” ke negara kita merupakan kabel “numpang lewat”

Misal..

Singapore mau menghubungkan kabel ke Australia, khan ngelewatin Indo, jadi ya sekalian deh disambungin.

Belum ada (sepengetahuan gwa) kabel yang nyolok langsung dari negara kita ke Exchange international (kecuali Malaysia dan Singapore).

Update: Telegeography – Submarine Underwater Map 2009

2. Tata kota yang amburadul.

Ideal nya, untuk kota metropolitan seperti Jakarta dan sekitarnya harus punya struktur resource yang baik. Maksud gwa disini, cara pemerintah menata infrastruktur dasar kaya Kabel listrik, Pipa Air, Sewage System, Kabel telepon, dst..

Kalo diperhatiin, penataan infrastruktur dasar di kota Jakarta tercinta ini masih amburadul, cuma daerah tertentu dan elite aja yang memiliki fasilitas yang manusiawi. Selebihnya, peduli setan..

Karena hal ini lah, kalo diperlukan upgrade (atau pengembangan) seperti pelebaran jalan, instalasi kabel telp/listrik/adsl/FO jadi sulit sekali.

3. Mobile Broadband

Solusi ini merupakan solusi paling populer di negara kita, mengapa? yang karena alasan2x tersebut diatas. Installasi kabel untuk konsumsi massal merupakan proyek berskala besar yang biasanya melibatkan perusahaan2x telekomunikasi raksasa dan juga membutuhkan bantuan dana dari pemerintah.

Karena kebutuhan internet di negara kita ini masih dikategorikan “kurang penting” maka perusahaan2x telekomunikasi di negara kita mencari solusi alternatif dengan 2 tujuan:

1. Mencakup area yang luas
2. Tidak memakan biaya banyak.

Sekarang lebih mudah mana.. sewa ratusan buruh untuk mengali tanah, dan menaruh kabel. Dengan resiko kabel ancur karena banjir, proses instalasi bikin macet jalan, lalu tata kota dan perumahan yang amburadul, pada akhirnya mempersulit instalasi kerumah rumah.

Atau pasang menara menara telekomunikasi di tempat tempat tinggi seperti gedung2x bertingkat, bukit, dlsb.

Kalo gwa salah satu CIO dari perusahaan telekomunikasi, gwa juga akan konsider pilihan ke dua. Instalasi lebih gampang dan murah.

Resikonya…
Transmisi data melewati media udara seperti (3G, HSPDA, WiMax, HSPA+) merupakan teknologi yang tergolong muda. Dan koneksi ini sangat bergantung dari kondisi seperti cuaca, aktifitas matahari, dlsb.

Jadi kalo masih pada bertanya kapan koneksi internet, telp, dlsb bisa seperti negara2x eropa, jepang, korea. Jawabannya: Tidak akan terjadi dalam jangka waktu 10 tahun kedepan.

Referensi:

International Underwater FO

SEA-ME-WE-3

Wireless telecomunication

Landing Cable

Kalo ada yang keberatan atas analisa gwa ato mau bagi info lainnya, yuk di diskusiin dengan damai…. :malu

Mencari “akar” web hosting

Maksudnya judul itu apa? Ah? Gini tak jelasin dulu, sekarang ini di Indonesia banyak sekali hosting-hosting murah yang harganya ancur-ancuran abis. Dan kebanyakan tidak di imbangi dengan support yang continue dan uptime yang sempurna. Sekarang akan saya tunjukkan gimana cara ‘menelanjangi’ hosting itu reseller atau emang dia beli server di datacenter.

Pertama, alat-alat yang kita butuhin hanyalah sebagai berikut : Domain White Pages, Domain Tools dan InterNIC

Sekarang lakukan tracing menggunakan tools dari Domain White Pages, masukkan alamat di dalam kotak bagan atas. Lalu berikan tanda centang pada domain whois record, DNS records, traceroute, network whois record, service scan. Nah setelah itu klik tombol GO ! Dan akan muncul seperti gambar di bawah ini :

tracing-450x362
Tracing

Nah, setelah muncul seperti itu. Kita bisa tau bahwa Name Server SarangHosting adalah NS11.ETHII.COM dan NS12.ETHII.COM. Mungkin bagi temen-temen yang awam hosting, NS = Server. Tapi pada kenyataannya adalah bukan 100% seperti itu. OK, sekarang kita telanjangi lebih lanjut masalah ETHII. Masukkan seperti cara sebelumnya dengan menggunakan fasilitas domainwhitepages. Lihat gambar di bawah ini :

whois
ETHII

Setelah menekan tombol GO, maka Anda akan melihat tampilan hasil yang mirip dengan gambar di bawah ini :

ETHII PointerETHII Pointer

Nah, sekarang jalan terang udah mulai terbuka. B-) Dari urutan NS yang di dapat, kita mendapatkan kesimpulan sementara seperti ini : Saranghosting -> ETHII -> HagioTeam. Lalu? Selanjutnya bagaimana? Ok, mari kita lanjutkan misi kita kali ini.

Setelah terbuka jalan dengan Hagio Team, kita selanjutkan adalah tracing IP dari server ETHII yang dimiliki oleh HagioTeam. Sekarang tools yang akan kita gunakan adalah Domain Tools. Buka situs domaintools lalu ketikkan domain saranghosting.com pada text box yang tertera. Lalu klik search dan akan menghasilkan tampilan seperti di bawah ini :

Registry DataRegistry Data

Nah, dari gambar di atas dapat kita simpulkan bahwa domain saranghosting.com terdaftar pada tanggal 16-05-2008 tapi sudah mempunyai klien sebanyak 1,028 domain. Mungkinkah hosting yang baru berdiri bulan 5 mendapatkan jumlah client sebanyak itu ? (Tracing ini dilakukan pada tanggal 07-06-2008). Itu artinya positif kalo server yang dipunyai oleh saranghosting.com adalah server hagioteam pula.

Sekarang saatnya kita mencari private name server dari SarangHosting. Caranya adalah, lihat IP yang muncul pada pendeteksian awal tadi yang men-trace domain SarangHosting. Atau lihat gambar di bawah ini :

Sarang HostingSarang Hosting

Langkah selanjutnya adalah sekarang kita minta bantuan InterNIC untuk melacak IP mana saja yang nyangkut ke situ [67.228.90.200]. Nah setelah kebuka, sekarang lihat gambar di bawah ini :

IP SharedIP Shared

Gotcha ! ;) Jadi memang bener, bahwa saranghosting adalah reseller dari reseller. Yang artinya adalah bahwa sarang hosting itu reseller tangan kedua (tidak memiliki hak otoritas server).

Keuntungan beli dari reseller :

  • Harga lebih murah

Kekurangan beli dari reseller :

  • Jilka terjadi down, maka pihak hosting yang Anda tumpangi tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu dari reseller / hosting inti (pemilik reseller). Yang ditakutkan adalah ditinggal kabur reseller di atasnya :D
  • Banyak sekali peraturan yang ketat, ditambahkan dari reseller di atasnya.
  • Tidak mempunyai kuasa server, selain hanya hosting biasa dengan space lebih luas untuk bisa dijual lagi.

Kesimpulan yang saya bisa dapat di sini, ada 2. Yang pertama, sebenarnya reseller atau bukan itu tidak ada masalah yang berarti, namun. Carilah yang memang benar-benar berkuliatas, kualitas di sini adalah mengenai support, uptime dan kualitas hosting itu sendiri, silakan googling aja untuk menemukan review dari hosting yang bersangkutan. Lalu yang kedua adalah, jangan mudah tergiur oleh harga murah dan fasilitas yang di tawarkan melebihi harga normal di pasaran :)

*** Tutorial ini tidak ada maksud untuk menyinggung atau mengusik pihak reseller, tapi hanya sebagai acuan dan panduan memilih hosting yang baik dan benar saja. Semoga bermanfaat di kemudian hari. ***

dan yang paling pasti murah dan bagus cuma di www.hostgokil.com

CopyPaste dari SINI

implementasi WPA/WPA2-Enterprise radius server

Security pada jaringan nirkabel yang umum digunakan sekarang adalah WEP, WPA/WPA2-Personal dan WPA/WPA2-Enterprise. Mungkin banyak dari para pengguna jaringan nirkabel masih menggunakan WEP (Oh.. No..), atau sudah menggunakan WPA/WPA2-Personal dengan Pre-Shared Key (It’s Better :-) ).

Tapi hasil riset beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh para periset dari Jepang, mereka bisa break WPA-Personal dalam waktu kurang dari 60 detik !! Namun jangan khawatir berlebihan, yang bisa di-break dalam waktu 60 detik adalah WPA-Personal yang menggunakan cipher type : TKIP. Sementara yang AES masih dalam kondisi aman saat ini. (Jadi para pengguna WPA-Personal segera ganti ke WPA2-Personal dan set cipher type ke AES only).

Bagaimana untuk kepentingan perusahaan? Apakah WPA2-Personal sudah dirasakan cukup? Jawabannya tergantung Pre-Shared Key yang digunakan, semakin panjang Pre-Shared Key dan semakin rumit kombinasi angka, huruf dan simbol-nya, maka semakin relatif sukar untuk di-break.

Apakah ada opsi yang lebih baik untuk keamanan jaringan nirkabel ini? Jawabannya yaitu menggunakan WPA/WPA2-Enterprise. Konsep WPA/WPA2-Enterprise hampir sama dengan 802.1x framework dimana ada 3 bagian yang terlibat yaitu :

1. Supplicant (yaitu client)
2. Authenticator (yaitu Access Point atau Switch)
3. Authentication Server (yaitu Radius Server)

Umumnya hanya perusahaan dengan user lebih dari 100 yang deploy framework ini karena deploy framework ini membutuhkan konfigurasi yang sedikit rumit (apalagi bila melibatkan Certification Server).

Cara kerjanya secara sederhana bisa digambarkan sbb :

Supplicant —– Authenticator —– Authentication Server

Supplicant akan mengirimkan paket EAP ke Authenticator lalu Authenticator akan menanyakan dan meneruskan ke Authentication Server, lalu Authentication Server akan challenge Supplicant menanyakan informasi yang diperlukan lalu Supplicant akan memberikan informasi, bila benar maka Authentication Server akan meminta Authenticator agar Supplicant diijinkan akses.

Nah yang membuat banyak IT perusahaan tidak menerapkan ini umumnya disebabkan rumit-nya membangun Authentication Server dan repotnya set client satu per satu (apalagi kalo menggunakan certificate-based).

D-Link memahami hal ini dengan men-design Access Point yang built-in RADIUS server, jadi kita tidak perlu setup server tersendiri. Jadi Authenticator dan Authentication Server berada dalam alat yang sama. Methodology yang kita gunakan untuk WPA/WPA2-Enterprise ini adalah EAP-PEAP yang berbasiskan username dan password shg lebih mudah setup-nya.

Adapun Access Point D-Link yang support ini adalah Business AP N Series :

- DAP-2590 (available now)
- DAP-2690 (Q4 2009/Q1 2010)
- DAP-3520 (Q4 2009)
- DAP-3690 (Q2 2010)

Berikut cara settingnya (contoh menggunakan DAP-2590) :

1. Masuk ke Basic Settings > Wireless. Tentukan SSID spt biasa, set Wireless Security ke WPA2-Enteprise, set cipher type ke AES lalu set Radius Server ke Internal, lalu Save (pada contoh ini saya menggunakan freq 2.4 GHz, note : DAP-2590 support 2.4 GHz atau 5 GHz (selectable)).

2. Masuk ke Advanced Settings > Internal Radius Server. Masukkan user name dan password yang diinginkan, pastikan Status Enable, lalu Save.

Maximum username yang kita bisa masukkan adalah 100 username. Namun perlu diingat concurrent session utk AP ini direkomendasikan tidak lebih dari 30 user.

4. Setelah itu Save n Activate.

5. Maka AP akan reboot, tunggu sampai selesai dan DAP-2590 sudah siap digunakan.

Selanjutnya setting di sisi client (Supplicant), disini saya akan memberikan contoh menggunakan Windows Wireless Utility dan Intel Wireless PROset Utility.

Windows Wireless Utility :

1. Pastikan SSID yang kita define terlihat di Windows Wireless Utility.

2. Klik “change advanced settings” maka akan muncul Wireless Network Connection Properties, pilih tab “Wireless Network”, pastikan “Use Windows to configure my wireless network settings” sudah di-centang.

3. Klik Add, lalu masukkan SSID dari DAP-2590 yang sudah diset tadi. Pastikan “Connect even if this network is not broadcasting” sudah di-centang. Set Network Authentication ke WPA2 dan set Data Encryption ke AES.

4. Pilih tab “Authentication”, Set EAP Type ke PEAP, biarkan yg lain default.

5. Klik Properties, uncheck “Validate server certificate”, pastikan Authentication Method-nya ke MSCHAPv2, pastikan “Enable Fast Reconnect” di-centang.

6. Klik Configure, disini anda punya 2 pilihan, bila username/password yang anda define di RADIUS server sama persis dengan username/password login Windows anda maka biarkan di-centang, bila berbeda maka uncheck opsi ini. Dalam contoh ini, username/password Windows dan RADIUS server berbeda, jadi di-uncheck.

7. Setelah itu klik Ok semua, sampai semua windows menutup, kemudian Supplicant mulai melakukan proses connection ke AP dan akan ada warning seperti ini di systray icon WLAN pada laptop.

8. Klik warning tersebut, lalu akan muncul windows baru untuk memasukkan username dan password. Masukkan username dan password yang sudah didefine di Internal Radius DAP-2590 tadi, biarkan domain dalam keadaan kosong. Lalu klik OK.

9. Setelah itu maka Supplicant akan terkoneksi ke AP.

Note : Pada koneksi selanjutnya, anda tidak akan ditanya username n password seperti pada langkah 8 karena sudah tersimpan dalam profile. Bila anda remove profile tsb dan anda add dari awal maka akan ditanya username n password lagi.

Intel Wireless PROset Utility :

1. Pilih SSID yang kita set di DAP-2590 tadi.

2. Klik Connect, kemudian anda bisa mengubah nama profile-nya atau biarkan saja default. Klik Next.

3. Intel PROset akan coba mengidentifikasi security type, set User Credential ke “use the following”, lalu masukkan username n password, biarkan domain dalam kondisi kosong. Masukkan username sebagai roaming identity. Lalu klik Next.

4. Uncheck “Validate Server Certificate”, lalu klik Next

5. Setelah itu klik OK, dan supplicant mulai melakukan proses koneksi ke AP.

6. Setelah itu maka Supplicant akan terkoneksi ke AP.

Dengan adanya Internal RADIUS Server maka WPA/WPA2-Enterprise menjadi sangat mudah untuk di-implementasikan oleh siapa saja.