install Apache, MySQL dan PHP pada CentOS

Artikel ini memuat langkah demi langkah instalasi dan konfigurasi untuk paket Apache (http server), MySQL (database server) dan PHP (Bahasa Program untuk pengembangan aplikasi web) di mesin CentOS 5.2 64 bit. Khusus dibuat untuk dijalankan di Virtual Private Server (VPS), yang mana sebelum nya udah di jabarkan di sini.

Paket yang dibutuhkan Apache, MySQL dan PHP

Pada instalasi Operating System CentOS 5.2 64 bit minimal install, silahkan instal paket-paket berikut dengan menggunakan yum;

yum installgettext httpd mysql mysql-server perl php php-mysql php-xml php-imap php-mbstring php-mcrypt php-pecl-Fileinfo php-pecl-memcache php-pear-DB php-pear-File php-pear-Log php-pear-Mail-Mime php-pear-Auth-SASL php-pear-Date php-pear-HTTP-Request php-pear-Mail php-pear-Net-Sieve php-pear-Net-Socket php-pear-Net-SMTP openssl perl-Net-SSLeay php-devel gcc gd php-gd

Services

Nyalakan service httpd dan MySQL dan kemudian masukkan ke dalam script startup agar menyala otomatis apabila reboot dilakukan;

    service httpd start
    service mysqld start
    chkconfig –levels 235 httpd on
    chkconfig –levels 235 mysqld on

Untuk memastikan apakah service httpd dan mysqld sudah termasuk service yang dinyalakan secara otomatis pada saat mesin dinyalakan silahkan periksa melalui perintah;

chkconfig –list

Cari entry terkait pada hasil yang terprintout di layar SSH console anda.

1.httpd 0 : off  1 : off  2 : on  3 : on  4 : off  5 : on  6 : off
2.mysqld  0 : off  1 : off  2 : on  3 : on  4 : off  5 : on  6 : off

Sampai dengan tahap ini, apache, mysql dan PHP di mesin anda telah siap untuk digunakan, silahkan periksa halaman default yang dibuat oleh CentOS melalui browsing ke ip address mesin anda atau melalui nama domain apabila sudah resolve.

instalasi hypervm di vps linux

HyperVM merupakan control panel untuk melakukan pengelolaan account vps (guest / domU) anda yang saat ini sangat digemari karena harganya yang tergolong murah. HyperVM dapat digunakan dengan kernel Xen dan openVZ (salah satu), meskipun masih terus dikembangkan, namun sudah sangat layak digunakan pada lingkungan produksi. Tulisan ini akan memberikan langkah sederhana untuk melakukan instalasi HyperVM tanpa harus melakukan download template file.

Secara default, proses instalasi akan melakukan download file template ke server lxlabs.com, meskipun ada parameter yang bisa diberikan pada saat instalasi sehingga hal ini tidak terjadi namun sepertinya parameter tersebut belum / tidak dapat digunakan.

Persiapan Partisi

Untuk menggunakan Xen, server anda harus dipersiapkan skema partisinya, berbeda openVZ yang menggunakan file base storage, Xen pada hypervm menggunakan partisi LVM untuk menyimpan data guest VPS yang ada di dalamnya.

Yang harus kita lakukan pada saat instalasi adalah menyediakan Volume Group kosong (tanpa Logical Volume) untuk nantinya digunakan oleh guest VPS. Secara general HyperVM tidak membutuhkan space besar, yang terbesar dibutuhkan adalah untuk menyimpan file template operating system. Selain itu secara temporary, HyperVM membutuhkan partisi /tmp yang besar jika ingin melakukan pemindahan guest vps dari satu server ke server yang lain (master – slave move server).

Apabila anda memiliki HDD 250 GB silahkan buat skema partisi sebagai berikut;

/boot 100 MB
swap 2-4 GB
/ 40 GB
sisanya buat VG kosong, misal beri nama VG-Xen sebesar kurang lebih 180 GB (sisa)

Operating System

Operating System yang dapat anda gunakan untuk keperluan ini adalah CentOS dan Fedora, CentOS lebih dipilih oleh Magnet karena beberapa alasan. Lakukan instalasi seperti biasa, pilih virtualization group ketika melakukan instalasi. Di dalam langkah ini kita akan melakukan instalasi kernel Xen berdasarkan preferensi CentOS, pada CentOS 5.2 versi yang digunakan adalah  Xen version 3.1.2-92.1.22.el5 dengan kernel 2.6.18-92.1.22.el5xen.

Apabila sudah terinstall tanpa group Virtualization, silahkan lakukan yum groupinstall Virtualization, dan ubah entry pada /boot/grub/menu.lst, ubah default di bagian atas sesuaikan dengan kernel Xen seperti kernel /xen.gz-2.6.18-92.1.22.el5. Urutan booting dimulai dari 0, jadi kalau entry kernel Xen terletak di paling atas, silahkan ubah default menjadi 0.

Instalasi HyperVM

Setelah instalasi Operating System selesai dilakukan silahkan ikuti langkah berikut;

Disable SE Linux

1.setenforce 0

Download OS Template

Agar pada saat instalasi HyperVM tidak melakukan download ke server download LxLabs, silahkan kopi terlebih dahulu file OS template baik untuk Xen maupun untuk OpenVZ. Apabila server anda terletak di Indonesia dan terhubung dengan Jaringan IIX / OpenIXP, anda bisa melakukan download ke url yang disediakan oleh Magnet Hosting sebagai berikut.

File template Xen pada HyperVM diletakkan di dalam /home/hypervm/xen/template, dan untuk OpenVZ ada di /vz/template/cache, buat terlebih dahulu kedua direktori tersebut.

1.mkdir -p /home/hypervm/xen/template
2.mkdir -p /vz/template/cache

Lakukan download ke Server Magnet Hosting, mohon diperhatikan bahwa template yang ada di Server Magnet Hosting belum tentu selalu update, apabila pada versi terbaru HyperVM ada ostemplate baru yang belum masuk di Server Magnet, maka installer akan melakukan download ke Server Download LxLabs.

Server download LxLabs bisa diakses di http://download.lxlabs.com/download/, template Xen ada di vmtemplate, sementara template OpenVZ ada di direktori vps template. Untuk Server Magnet, template Xen dapat didownload melalui http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/,  dan template OpenVZ di http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/.

Perintah download

01.cd /home/hypervm/xen/template/
02.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/centos-4-i386-afull.tar.gz
03.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/centos-5-i386-afull.tar.gz
04.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/centos-5-i386-hostinabox574.tar.gz
05.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/debian-3.1-i386-default.tar.gz
06.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/fedora-core-6-i386.tar.gz
07.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/gentoo-2006-i386-default.tar.gz
08.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/xen/windows-lxblank.img
09.
10.cd /vz/template/cache
11.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/centos-5-i386-afull.tar.gz
12.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/centos-5-i386-hostinabox574.tar.gz
13.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/debian-4.0-i386-minimal.tar.gz
14.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/fedora-core-5-i386-afull.tar.gz
15.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/gentoo-20060317-i686-stage3.tar.gz
16.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/opensuse-10-i386-default.tar.gz
17.wget http://www.magnet-id.com/download/HyperVM-template/vz/ubuntu-6.06-i386-minimal.tar.gz

Download Installer HyperVM

Lakukan Instalasi HyperVM

1.chmod 0700 hypervm-install-master.sh
2.sh ./hypervm-install-master.sh --virtualization-type=NONE

Instalasi HyperVM akan berlangsung sesuai dengan kecepatan download server anda. Setelah selesai silahkan reboot server anda.

Paska Instalasi

Setelah server direboot silahkan lakukan hal-hal berikut;

1.cd /usr/local/lxlabs/hypervm/httpdocs/
2.lphp.exe ../bin/misc/fixcentos5xen.php

Apabila driver Xen tidak secara otomatis dikenali;

1.cd /usr/local/lxlabs/hypervm/httpdocs/
2.lphp.exe ../bin/common/setdriver.php --server=localhost --class=vps --driver=xen

HyperVM anda dapat diakses melalui http://ip.address.anda:8888 atau https://ip.address.anda:8887 atau dengan menggunakan hostname / domain apabila Zona DNS anda sudah diatur.

Pendaftaran Lisensi

Untuk mendaftarkan lisensi HyperVM anda silahkan register terlebih dahulu ke http://lxlabs.com/register/. Setelah login anda akan dapat membuat lisensi untuk IP Server anda, dan bisa menentukan sendiri untuk berapa VPS lisensi anda berlaku (dapat diupdate sesuai perkembangan). Lisensi HyperVM akan termasuk lisensi LxAdmin (sekarang bernama Kloxo Hosting Platform), dengan harga yang sangat murah (0.5 USD @ Guest VPS).

Untuk server lainnya anda tidak perlu melakukan instalasi master, HyperVM dapat dibuat dalam format kelompok master – slave yang terintegrasi dengan fungsi-fungsi cluster seperti pemindahan VPS dari satu Node ke Node yang lain.

Referensi

penggunaan dan pengelolaan teks editor vi

Vi merupakan program untuk melakukan pengelolaan teks yang standar terinstall pada semua distribusi Linux. Artikel ini akan memberikan panduan bagi anda yang baru mulai menggunakan vi.

Moda Operasi Vi

Pada vi ini terdapat 2 buah moda operasi yaitu;

* Moda Perintah / command
* Moda Tulis

Dalam moda perintah kita dapat menjalankan perintah yang tersedia untuk mempermudah kita mengedit atau melakukan suatu aksi pada file teks yang sedang kita buka. Sementara dalam moda tulis kita dapat menambahkan atau mengurangi teks ke dalam file tersebut.

Pertama kali dibuka vi akan berjalan pada moda perintah dan siap menerima perintah yang kita berikan, contohnya dapat anda lihat dibawah.

Berikut ini akan dijelaskan juga perintah-perintah yang ada pada modus perintah didalam editor vi.
Membuka dan Menutup File Teks

Membuka file teks dengan vi dapat dilakukan melalui perintah sederhana;

vi namafile

Sementara untuk menutup file teks dapat dilakukan melalui perintah-perintah berikut;

Untuk menutup editor gunakan perintah yang terdapat didalam editor vi. Menuliskan perintah biasanya didahului dengan titik dua (:), dan diakhiri dengan atau tombol . Berikut ini beberapa contoh perintah, perintah-perintah berikut dapat dijalankan pada moda perintah, apabila sebelumnya kita berada pada moda tulis, cukup tekan tombol Escape untuk masuk ke moda perintah;

Perintah Fungsi
:x Untuk menyimpan perubahan dan langsung keluar dari editor vi
:q Untuk keluar dari vi, apabila ada perubahan yang belum disimpan, perintah ini tidak dapat dijalankan sebelum perubahan tersebut ditulis ke file (:w)
:wq Untuk menyimpan perubahan dan langsung keluar dari editor vi
:q! Untuk keluar dari vi dan mengabaikan perubahan yang sudah dibuat sebelumnya

Menambah, Mengubah, dan Menghapus Teks

Apabila kita ingin mengedit file, kita harus terlebih dahulu masuk ke moda tulis dan keluar dari moda perintah, berikut beberapa contoh perintah yang memungkinkan kita melakukan perubahan pada sebuah file teks;

Menambah Teks

Perintah Fungsi
i Menyisipkan teks sebelum kursor
I Menyisipkan teks sebelum kursor dan menempatkan kursor di awal baris
a Menyisipkan teks sesudah kursor
A Menyisipkan teks sesudah kursor dan menempatkan kursor di akhir baris

Perintah diatas akan aktif sampai kita menekan tombol <Esc> untuk kembali ke moda perintah.

Merubah Teks

Perintah Fungsi
r Merubah satu karakter sebelum kursor, tidak perlu diakhiri dengan tombol
R Merubah karakter dimulai dari kursor, harus diakhiri dengan tombol

Menghapus Teks

Perintah Fungsi
x Menghapus satu karakter setelah kursor
Nx Menghapus sejumlah (N) karakter dimulai dari karakter setelah kursor
dw Menghapus satu kata dimulai dari karakter setelah kursor
dNw Menghapus sejumlah (N) kata dimulai dari karakter setelah kursor
dd Menghapus satu baris, baris tempat kursor berada
dNd atau Ndd Menghapus sejumlah (N) baris dimulai dari baris tempat kursor berada

Perintah Lain

Berikut adalah contoh perintah lain yang sering digunakan dan bisa sangat berguna dalam melakukan pengolahan file teks;

Pencarian Teks

Perintah Fungsi
/kata Mencari keberadaan “kata” ke teks setelah kursor, kursor akan berhenti ke “kata” pertama yang ditemukan
?kata Mencari keberadaan “kata” ke teks sebelum kursor, kursor akan berhenti ke “kata” pertama yang ditemukan

Menghitung Baris

Perintah Fungsi
:. Memeriksa kursor kita berada di baris keberapa
:= Memeriksa jumlah baris pada sebuah file teks
^g (Ctrl +g) Memunculkan keterangan nama file yang sedang kita buka, informasi baris kursor, informasi jumlah baris file, dll
:set number Memunculkan Line Number di sebelah kiri editor
:N Meletakkan kursor ke baris ke (N) di dalam file teks

Referensi

Pengertian RAID dan Levels nya

In computing, the acronym RAID (originally redundant array of inexpensive disks, now also known as redundant array of independent disks) refers to a data storage scheme using multiple hard drives to share or replicate data among the drives. Depending on the configuration of the RAID (typically referred to as the RAID level), the benefit of RAID is to increase data integrity, fault-tolerance, throughput or capacity, compared to single drives. In its original implementations, its key advantage was the ability to combine multiple low-cost devices using older technology into an array that offered greater capacity, reliability, speed, or a combination of these things, than was affordably available in a single device using the newest technology. (diartikan sendiri aja yah.. soale pengertian ini aku comot dari wikipedia.org)

Dengan kata lain fungsi RAID adalah penggabungan beberapa harddisk menjadi satu logical unit atau satu volume

Raid Levels
1. RAID O.
Arti : Keseluruhan harddisk yang dimiliki akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan data. dengan kata lain data yang kita simpan kedalam harddisk akan di stripping keseluruh harddisk anggota dari RAID 0 tersebut.
Contoh : 4 Harddisk SCSI berkapasistas 72GB per Disk di configure dengan RAID 0 maka total harddisk yang dapat dijadikan penyimpanan data adalah keseluruhannya ( 4 x 72 GB)
Kelebihan : Dengan RAID 0, kapasistas harddisk yang dimiliki untuk penyimpanan data adalah total dari keseluruhan harddisk yang dimiliki, tanpa ada pengurangan
Kekurangan : Jika salah satu harddisk fails dalam RAID 0, maka data akan hilang tanpa ada penggantinya.

Gambar RAID-0

Continue reading

optimalisasi dan tweaking server

Viewing your current resource usage

top: your current server load & resource usage.
ps aux: all your processes & which ones are using the most memory/cpu
free -m: allocated memory, usage & free memory

Cpanel Tweak Settings

In WHM under Server Configuration > Tweak Settings:

  1. Make sure default catch-all mail address is set to FAIL, this will use the least CPU time.
  2. Untick Mailman, this is a resource hog.
  3. Change the number of minutes between mail server queues to 180
  4. Uncheck Analog Stats, I also usually uncheck Webalizer.
  5. Make sure you tick delete each domains access logs after run, otherwise you’ll start using heaps of Disk Space.

Mysql Optimisation

You can edit your mysql configuration (/etc/my.cnf) by typing vi /etc/my.cnf

In order to add something in vi you need to hit insert, once completed hit esc then :wq to save & quit. If you want to save without quitting type :q!

There’s a few important variables that we’re going to tweak:

  1. max_connections
  2. wait_timeout
  3. thread_cache_size
  4. table_cache
  5. key_buffer_size
  6. query_cache_size
  7. tmp_table_size

Continue reading